Pages

Hosting Unlimited Indonesia

Senin, 02 September 2013

Bumi



1. BUKTI BAHWA BUMI BERBENTUK BULAT

• pada saat matahari terbit,tempat yang tinggi seperti puncak pohon mendapat sinar matahari terlebih dahulu.
• awan dan gunung yang tinggi masih kelihatan terang walaupun matahari baru terbenam
• pada bulan desember 1972,pesawat ruang angkasa Apollo 12 berhasil membuat potret bumi
• pada waktu gerhana bulan,bayangan bumi yang jatuh pada bulan kelihatan bulat berbentuk seperti lingkaran
• batas pandangan kita berbentuk lingkaran,jika kita berada ditempat yang lebih tinggi.

2. DAMPAK ROTASI DAN REVOLUSI BAGI MANUSIA
A. AKIBAT ROTASI
• pada saat matahari terbit,tempat yang tinggi seperti puncak pohon mendapat sinar matahari terlebih dahulu.
• awan dan gunung yang tinggi masih kelihatan terang walaupun matahari baru terbenam
• pada bulan desember 1972,pesawat ruang angkasa Apollo 12 berhasil membuat potret bumi
• pada waktu gerhana bulan,bayangan bumi yang jatuh pada bulan kelihatan bulat berbentuk seperti lingkaran
• batas pandangan kita berbentuk lingkaran,jika kita berada ditempat yang lebih tinggi.
B. AKIBAT REVOLUSI
1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.

Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
• Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
• Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
• Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
• Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
• Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
• Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.
Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
• Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
• Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
• Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
• Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
• Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
• Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.

Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
• Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
• Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
• Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
• Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.
2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
3. Perubahan Musim
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi

Musim-musim dibelah bumi utara
• Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
• Musim panas : 21 Juni – 23 September
• Musim gugur : 23 September – 22 Desember
• Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret

Musim-musim dibelah bumi selatan
• Musim semi : 23 September – 22 Desember
• Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
• Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
• Musim Dingin : 21 Juni – 23 September

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang

3. KEUNTUNGAN ANGIN DARAT DAN ANGIN LAUT

Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut Pada malam hari, suhu di daratan cepat turun dari pada di laut. Oleh karena itu, tekanan udara di atas permukaan laut lebih rendah daripada di daratan. Akibatnya, terjadilah hembusan angin dari darat ke laut yang disebut angin darat. Angin darat mulai terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.00 (pukul 9 malam). Embusan angin darat paling kuat terjadi pada waktu matahari mulai terbit. Pada siang hari, suhu di daratan lebih cepat naik dari pada suhu di laut. Tekanan udara di atas daratan lebih rendah daripada tekanan udara di atas lautan. Akibatnya, terjadilah angin yang berembus dari laut ke daratan yang disebut angin laut. Angin laut mulai terjadi pada siang hari sekitar pukul 09.00. Makin siang, embusan angin makin kuat. Embusan angin laut paling kuat terjadi kira-kira pukul 15.00 atau pukul 3 sore. Angin darat dan angin laut dimanfaatkan para nelayan untuk berlayar mencari ikan di laut. Pada malam hari, para nelayan berlayar menggunakan perahu-perahunya ke tengah laut. Mereka memanfaatkan angin darat untuk mendorong perahu layar mereka ke tengah laut. Pada siang hari nelayan kembali ke daratan atau ke pelabuhan dengan memanfaatkan angin laut.

4. PELAPUKAN SECARA BIOLOGI, FISIKA, KIMIA

Jenis Pelapukan
Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:

- Pelapukan Biologi atau Organik merupakan pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup.

Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang, tumbuhan dan manusia.
1. Binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga.
2. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi.
* Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya.
* Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan dapat merusak batuan.
3. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.

- Pelapukan Fisika atau Mekanik merupakan pelapukan yang disebabkan oleh proses fisika .
Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukurannya.

Pelapukan ini di sebut juga pelapukan mekanik sebab prosesnya berlangsung secara mekanik.

Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:
1. Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.
Pelapukan ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim gurun. Pada siang hari bersuhu panas maka batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut, hal ini dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.

2. Adapun pembekuan air di dalam batuan.
Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang.
Jika air membeku maka volumenya akan mengembang dan menyebabkan tekanan, karena tekanan ini batu- batuan menjadi rusak atau pecah.

3. Berubahnya air garam menjadi kristal.
Pelapukan ini terjadi di daerah pantai. Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal, kristal garam ini yang merusak batuan.

- Pelapukan Kimiawi merupakan pelapukan yang menghancurkan masa batuan yang disertai perubahan struktur kimiawinya.
* Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst).
* Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst.
* Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi, hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.